Minggu, 14 Agustus 2016

Festival Citarum Tak Ada Sampah Tak Rame - Bazar Sampah KBB

Setiap manusia memiliki kesadaran akan kebersihan lingkungan, setiap manusia di muka bumi ini menginginkan hidup sehat tanpa sampah, setiap manusia pula tidak suka dengan lingkungan yang penuh dengan tumpukan sampah.

Tapi,...
Hanya sebagian manusia yang mampu dan peduli akan kebersihan lingkungan,..

Salah satu sahabat kami di kelompok Ecovillage Desa Citapen Kec. Cihamppelas KBB menceritakan pengalaman menariknya saat tergabung dengan komunitas pemungut sampah di salah satu kota besar di Indonesia yang tidak perlu di sebutkan nama kotanya,..

Kata beliau, di daerah perkotaan sana masyarakatnya terutama para pemudanya merasa risih dengan keberadaan sampah yang menumpuk di lingkungan sekitar tempat tinggalnya dan di bentuklah sebuah komunitas kecil yang menampung para pemuda sekitar untuk di beri pemahaman dan bersama-sama selalu mengadakan kegiatan rutin untuk membersihkan lingkungan mereka dari sampah,..

Bersatu, bekerja bersama-sama seiring sejalan dengan satu niat menciptakan lingkungan yang bebas sampah,..

wow,.. niat yang sangat  mulia

Itulah kata yang keluar dari mulut sahabat kita ini hingga hatinyapun tergerak untuk ikut bergabung dengan komunitas kecil ini,...

Kegiatanpun di awali dengan tindakan aksi bersih-bersih lingkungan di bantu dengan beberapa masyarakat sekitar yang antusias dengan kegiatan kepemudaan ini,...

Kegiatan selanjutnya adalah mengangkut sampah-sampah rumah dari rumah ke rumah dengan sistem jemput bola,.. mereka mulai memilih dan memilah sampah dari hasil kumpulan sampah

Sampah yang tidak dapat di daur ulang mereka bakar habis dan yang bisa di daur ulang mereka kumpulkan dan di jual untuk di jadikan uang kas komunitas,...

Kegiatan berjalan hampir sebulan dan sahabat kita ini mendapat informasi dari kampung yang mana mengharuskan beliau pulang kampung sebentar dan beliau pun segera pulang kampung meninggalkan komuniats kecil ini.

Setelah 2 minggu berada di kampung, sahabat kita ini kembali lagi ke kota dan melihat lingkungan tempat tinggalnya kembali kotor seperti semula,...

Apa yang salah ???

Setelah mencari informasi, ternyata para pemuda yang ada di kota khususnya tempat tinggal sahabat kita ini mengandalkan beliau untuk kegiatan yang jalankan selama ini,.. mereka merasa jijik dengan sampah,..

Tidak mau mengeluarkan keringat untuk menjemput sampah dari rumah ke rumah untuk di pilih dan pilah,.. mereka merasa gengsi untuk berjibaku dengan aroma bau dari sampah,..

miris,...

Apakah di tempat tinggal kalian ada fenomena seperti yang kami ceritakan di atas ?

Atau bahkan kalian sebagai pemuda yang merasa gengsi jika harus memungut sampah ?

Atau lingkungan kalian sepi hingga kalian merasa jika tak ada sampah tak rame ?


Bazar Sampah KBB

Beda cerita dengan di atas,.. di sebuah desa yang mana merupakan tetangga desa kami,.. yaitu Desa Cihampelas yang ada di Kabupaten Bandung Barat selalu mengadakan bazar sampah,..

dan benar saja,... bazar ini jika tidak ada sampah tak rame,...

Beda dengan kegiatan bazar pada umumnya,...

disini tersedia berbagai macam jajanan anak bahkan untuk orang dewasa bahkan tersedia pula jajanan untuk rumah tangga berupa SEMBAKO,..

Untuk belanja disini kita cukup membawa sampah untuk di tukarkan dengan voucher dan nantinya voucher ini kita tukarkan dengan barang jajanan,.. 

bahkan hingga pulsa dan token linstrik PLN pun tersedia disini,.. menarik bukan ???

yuk kita ramaikan kegiatan ini,.. yang akan di laksanakan bulan depan sekalian kita berkenalan di sana karna kemungkinan besar kami yang tergabung dalam kelompok ECOVILLAGE se Kabupaten Bandung Barat akan turut serta meramaikan kegiatan ini.

Informasi lebih lanjut bisa di lihat dari brosur yang sudah beredar

festival citarum

Selain bazar sampah ada juga lomba kreasi sampah, citarum award bahkan Stand Up Comedy dengan materi atau tema lingkungan,...

semoga saja dengan adanya kegiatan ini dapat menciptakan masyarakan Kabupaten Bandung Barat khususnya dapat lebih tergerak lagi hatinya dalam mencintai lingkungan terutama citarum yang mana sebagai sumber kehidupan Mayarakat Jawa Barat,.. Amiin,..

Mari kita ramaikan festival citarum ini dan ramaikan dengan sampah, karna tak ada sampah tak rame,..

Label:

Selasa, 09 Agustus 2016

Kabupaten Bandung Barat Mendapat Donasi Sampah

Untuk masalah sampah memang tidak ada habisnya jika di bahas,...

Sungai citarum selalu menjadi sebuah wacana besar yang di perbincangkan di Provinsi Jawa Barat selama beberapa tahun terakhir oleh pihak pemerintah dan juga para aktifis pecinta lingkungan.

Namun kenyataannya kami yang bermukim di wilayah Kabupaten Bandung Barat tidak ada hentinya mendapat Donasi Sampah dari Kabupaten / Kota tetangga.

Sungai citarum yang mendapat julukan Septic Tank raksasa menjadi saksi akan hal tersebut dan lucunya sampah kiriman dari beberapa kabupaten tetangga naik drastis di malam hari.

Ya,... malam hari adalah waktu yang tepat untuk membuang sampah ke sungai,...

Mungkin itu adalah ungkapan para sodara kita yang hobi membuang sampahnya langsung ke sungai, tidak tau alasan apa yang mereka pakai hingga malam hari adalah waktu yang tepat membuang sampah ke sungai.

Mungkin saja mereka malu sama orang lain
Mungkin saja mereka takut di cap sebagai tukang buang sampah sembarangan

atau mungkin-mungkin yang lain,.. entahlah,...

Informasi Jumlah Sampah melimpah pada malam hari kami dapatkan dari beberapa rekan kami yang mana mata pencahariannya sebagai pemungut sampah di Daerah Aliran Sungai Citarum,...

Mereka lebih memilih memungut sampah pada malam hari karena jumlah sampah pada malam hari lebih banyak ketimbang siang hari.

Donasi Sampah dari Kabupaten Bandung


Selain donasi sampah yang kami dapatkan melalui aliran air sungai citarum kami juga mendapatkan donasi langsung ke TPA yang menjadi tempat pembuangan satu-satunya yang ada di Kabupaten Bandung Barat.

TPA di maksud adalah TPA Sarimukti, TPA sarimukti sekarang mendapatkan donasi sampah dari kebupaten bandung karena Habisnya masa berlaku TPA Babakan.

Kabupaten Bandung mendonasikan sampah ke Kabupaten Bandung Barat sebanyak 300 ton perharinya,.. wow,...

Ya Kabupaten Bandung sedang terancam darurat sampah,... 

Sebenarnya ancaman tersebut bisa di minimalisir jika masyarakat sekitar bisa memilih dan memilah sampah dengan benar mana sampah organik dan sampah anorganik yang mana tidak semua sampah harus di buang ke TPS ( Tempat Pembuangan Sampah ) yang berlanjut ke TPA ( Tempat Pembuangan Akhir ).

dari pengalaman yang di alami saudara kita yang berada di daerah Kabupaten Bandung seharusnya kita yang berada di Kabupaten Bandung barat dapat bercermin dan mawas diri agar hal serupa tidak terjadi di daerah kita yang tercinta ini.

Jika hal demikian terjadi di Kabupaten Bandung Barat apa yang akan kita lakukan ? 

diam kah ? 
berbanggakah ?

atau mulai bertindak untuk bebernah ?

kami rasa pilihan ke tigalah yang mesti kita lakukan agar kabupaten tetap bersih dan sehat walaupun mendapat donasi sampah dari luar daerah yang berakhir di TPA Sarimukti.

Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita


Label: